Pendidikan dan Pemberdayaan Tunanetra; Aksesibilitas Fasilitas Publik menyelenggarakan pelatihan keterampilan yang berorientasi ke pasar kerja umum. Bertepat di Rumah Internet Atmanto dalam sosialisai pelatihan internet bagi tuna netra bersama generasi muda tunanetra yang tergabung dalam Kartunet (Karya Tuna Netra)
Komunitas ini memiliki mimpi
untuk berbagi manfaat dengan internet serta semakin banyak kaum difabe
lain yang tidak bisa melihat namun dapat memanfaatkan teknologi
informasi terutama internet. Untuk itulah, Kartunet (Karya Tuna Netra) bekerjasama dengan RIAT (Rumah
Internet Atmanto) yang beralamat di Pengadegan Raya No 14 Jakarta,
menjadi kolaborasi yang sangat bermanfaat untuk membantu teman-teman
kita penyandang keterbatasan fisik (disabilitas) dalam hal penglihatan
(tuna netra) sebab dengan memiliki basecamp sebagai pusat pelatihan internet untuk
tuna netra, maka impian bahwa “dunia belum berakhir” dengan keterbatasan
yang dimiliki, seperti kata Dimas. Namun menjadi energi yang luar biasa
untuk berusaha lebih keras di banding teman-teman yang lainnya.
“Program ini adalah pemikiran saya, suami dan anak, Faiz Atmanto sebagai founder. Kami ingin memberikan kesempatan pelatihan buat para penyandang tunanetra. Program ini dilaksanakan bekerjasama dengan komunitasi tunanetra. Adapun pelatihan yg diberikan meliputi pengenalan computer, pengenalan internet, pelatihan online commerce untuk penyandang keterbatasan, serta pengembangan website crowdsourcing. Pelatihan ini bertujuan bagi pemberdayaan agar penyandang disabilitas visual (tunanetra) menjadi melek internet.
Dimas, tunanetra S1 lulusan Universitas Indonesia yg tergabung dalam Kartunet menjelaskan dengan kegiatan ini, para penyandang tunanetra bisa melek teknologi dan menjadi mandiri seandainya dapat memakai internet.
“Kami berharap dengan memakai internet dan kemampuan mengoperasikan komputer, para tunanetra mampu mandiri secara finansial







0 komentar:
Post a Comment