Home » , , » RIAT Sosialisaikan Pelatihan Internet Untuk Penyandang Difabel

RIAT Sosialisaikan Pelatihan Internet Untuk Penyandang Difabel


Pendidikan dan Pemberdayaan Tunanetra; Aksesibilitas Fasilitas Publik menyelenggarakan pelatihan keterampilan yang berorientasi ke pasar kerja umum. Bertepat di Rumah Internet Atmanto dalam sosialisai pelatihan internet bagi tuna netra bersama generasi muda tunanetra yang tergabung dalam Kartunet (Karya Tuna Netra) 




Komunitas ini memiliki mimpi untuk berbagi manfaat dengan internet serta semakin banyak kaum difabe lain yang tidak bisa melihat namun dapat memanfaatkan teknologi informasi terutama internet. Untuk itulah, Kartunet (Karya Tuna Netra)  bekerjasama dengan RIAT (Rumah Internet Atmanto) yang beralamat di Pengadegan Raya No 14 Jakarta, menjadi kolaborasi yang sangat bermanfaat untuk membantu teman-teman kita penyandang keterbatasan fisik (disabilitas) dalam hal penglihatan (tuna netra) sebab dengan memiliki basecamp sebagai pusat pelatihan internet untuk tuna netra, maka impian bahwa “dunia belum berakhir” dengan keterbatasan yang dimiliki, seperti kata Dimas. Namun menjadi energi yang luar biasa untuk berusaha lebih keras di banding teman-teman yang lainnya.


Teknologi Screen reader yang telah terpasang di sistem operasi adalah salah satu alat untuk mereka berinternet. Bahkan, Kartunet dan RIAT akan mengadakan pelatihan rutin dimana batch pertama akan dimulai bulan Mei dan segera menyusul setiap bulannya, batch pelatihan penghasilan dengan internet untuk tunanetra. Kartunet juga sudah  menyiapkan www.begadang.co.id sebagai platform untuk crowdsourcing ide ide dan dukungan untuk kartunet dan RIAT. Sehingga misi & visi mereka untuk membawa teknologi kepada disable menjadi lebih luas dalam skup dan jangkauannya. Dukungan basecamp ini sangat bermanfaat, sehingga teman-teman kartunet dapat berkumpul dan belajar komputer dan internet bersama-sama, serta bepeluang mengajari tunanetra lain diseluruh Indonesia untuk bergantian belajar setiap bulan.  Perlu diketahui, RIAT adalah gerakan masyarakat yg memiliki visi pemberdayaan masyarakat umum dan penyandang disabilitas agar dapat mandiri. Tidak cuma itu, RIAT juga menyediakan solusi praktis permasalahan yg dihadapi masyarakat dengan bantuan teknologi.
“Program ini adalah pemikiran saya, suami dan anak, Faiz Atmanto sebagai founder. Kami ingin memberikan kesempatan pelatihan buat para penyandang tunanetra. Program ini dilaksanakan bekerjasama dengan komunitasi tunanetra. Adapun pelatihan yg diberikan meliputi pengenalan computer, pengenalan internet, pelatihan online commerce untuk penyandang keterbatasan, serta pengembangan website crowdsourcing. Pelatihan ini bertujuan bagi pemberdayaan agar penyandang disabilitas visual (tunanetra) menjadi melek internet.
Dimas, tunanetra S1 lulusan Universitas Indonesia yg tergabung dalam Kartunet menjelaskan dengan kegiatan ini, para penyandang tunanetra bisa melek teknologi dan menjadi mandiri seandainya dapat memakai internet.
“Kami berharap dengan memakai internet dan kemampuan mengoperasikan komputer, para tunanetra mampu mandiri secara finansial

0 komentar:

Post a Comment