Indonesia merupakan negara teknologi yang memiliki potensial besar. Minggu 14 November bertepat di kantor kudo di radio dalam, dalam acara blogger class. Bagaimana tidak, jumlah pengguna internet tanah air telah melampaui angka 82 juta, dan masih ada sekitar 150 juta orang lainnya yang akan masuk ke dunia online dalam beberapa tahun kedepan. Namun, walau pasar Indonesia memang cukup besar bagi pemain e-commerce saat ini, mereka masih belum dapat menjangkau mayoritas masyarakat lokal yang belum terhubung ke internet. Kudo ingin menjadi jembatan untuk hal itu. Kudo merupakan sebuah startup yang menyediakan berbagai mesin ‘kiosk’ (gambar di atas) di sejumlah lokasi. Kiosk berbasis Android ini sudah menunjukkan sejumlah produk online, sehingga masyarakat yang tidak memiliki koneksi internet dan akun bank pun tetap dapat membeli berbagai produk online di sana. Pembelian dapat dilakukan secara tunai di gerai yang menyediakan mesin itu.
Kudo menawarkan cara baru dan inovatif untuk berbelanja online
pada jutaan penduduk kelas menengah Indonesia. Melalui agen Kudo dan
digital kiosk-nya, pelanggan dapat dengan mudah mengakses produk-produk
e-commerce melalui berbagai merchant partner. Kudo menyasar kalangan
menengah yang kurang cakap teknologi (baca: gaptek) yang membuat mereka
tidak cenderung untuk bertransaksi online. Dengan menggunakan model
penjualan langsung pada berbagai komunitas, Kudo memungkinkan adanya
full social commerce experience di Indonesia.
Agung Nugroho, CEO Kudo mengatakan, “Kami mempunyai tujuan untuk menjembatani celah-celah yang ada agar ekosistem e-commerce di Indonesia dapat berjalan penuh. Kami sangat percaya bahwa model social commerce yang dimiliki Kudo akan benar-benar mengangkat e-commerce Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.” Tidak seperti kompetitornya, Kudo fokus pada ruang e-commerce yang tengah berkembang dibandingkan dengan pasar pulsa atau PPOB (Payment Point Online Bank) yang telah sangat jenuh. Agung menambahkan, “Kudo berjalan bersama naiknya e-commerce di Indonesia dengan memungkinkan pembeli untuk berbelanja online
, tanpa punya internet”
Kudo telah meluncurkan pilot program pada Desember 2015. Dana yang didapatkan akan digunakan untuk mendorong ekspansi pada berbagai kota di Indonesia. Agung Nugroho menambahkan, “Sekitar 70% dari pelanggan kami sekarang adalah orang-orang yang baru pertama kali berbelanja online
,
dan lebih dari 40% dari mereka membeli kembali dari kami. Besarnya
permintaan pasar terhadap jasa kami terlihat sangat jelas, dan sekarang
adalah waktunya untuk scale.” Perusahaan mentargetkan untuk memiliki
setidaknya 1000 agen aktif dalam beberapa bulan kedepan.
Pertumbuhan Kudo yang cepat didasarkan oleh social commerce. Perusahaan memodernisasi model direct selling yang populer di Indonesia. Kudo menawarkan kesempatan pada agen-agen yang cakap teknologi untuk mendapatkan extra income dengan menjual produk e-comerce pada masyarakat. Rata-rata agen Kudo dapat menambahkan pendapatan mereka lebih dari 25%, dan mereka mendapatkan training terus-menerus untuk meningkatkan kemampuan sales mereka. Hanya dalam 3 bulan, perusahaan telah melayani lebih dari 600 transaksi sehari, dan menyasar untuk mencapai 8000 transaksi per hari dalam 3-6 bulan berikutnya.
Agung Nugroho, CEO Kudo mengatakan, “Kami mempunyai tujuan untuk menjembatani celah-celah yang ada agar ekosistem e-commerce di Indonesia dapat berjalan penuh. Kami sangat percaya bahwa model social commerce yang dimiliki Kudo akan benar-benar mengangkat e-commerce Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.” Tidak seperti kompetitornya, Kudo fokus pada ruang e-commerce yang tengah berkembang dibandingkan dengan pasar pulsa atau PPOB (Payment Point Online Bank) yang telah sangat jenuh. Agung menambahkan, “Kudo berjalan bersama naiknya e-commerce di Indonesia dengan memungkinkan pembeli untuk berbelanja online
Kudo telah meluncurkan pilot program pada Desember 2015. Dana yang didapatkan akan digunakan untuk mendorong ekspansi pada berbagai kota di Indonesia. Agung Nugroho menambahkan, “Sekitar 70% dari pelanggan kami sekarang adalah orang-orang yang baru pertama kali berbelanja online
Pertumbuhan Kudo yang cepat didasarkan oleh social commerce. Perusahaan memodernisasi model direct selling yang populer di Indonesia. Kudo menawarkan kesempatan pada agen-agen yang cakap teknologi untuk mendapatkan extra income dengan menjual produk e-comerce pada masyarakat. Rata-rata agen Kudo dapat menambahkan pendapatan mereka lebih dari 25%, dan mereka mendapatkan training terus-menerus untuk meningkatkan kemampuan sales mereka. Hanya dalam 3 bulan, perusahaan telah melayani lebih dari 600 transaksi sehari, dan menyasar untuk mencapai 8000 transaksi per hari dalam 3-6 bulan berikutnya.
Bagaimana cara mejadi agen Kudo ?
Lalu, apa bedanya dengan e-commerce yang sudah ada? BEDA. Beda banget malah. Kudo menganut sistem keagenan, agen ya bukan MLM *LOL*. Jadi para agen ini akan dibekali tablet yang digunakan buat jualan
Perlu diketahui bahwa kalangan yang melek online di Indonesia baru sekitar 30%. Sisanya masih belum atau tidak terhubung dengan dunia internet. Prinsip kerjanya adalah seperti orang-orang yang jual pulsa elektrik. Kita diberi gadget atau tab khusus yang sudah diinstall program dari Kudo. Setelah itu kita resmi menjadi agen dari Kudo. Bisa menjual segala macam barang mulai dari pulsa, bayar listrik, hingga televisi terkini. Ada lebih dari 2 juta jenis barang yang tersedia dalam berbagai kategori.
Tanpa ada biaya sedikit pun untuk menjadi anggotanya. Kita hanya diminta sejumlah data untuk kepentingan administrasi. Nanti kita akan dihubungi dan didatangi bagian marketing untuk aktivasi. Kita juga akan diberi gadget sebagai “toko” untuk berjualan. Kita hanya diminta untuk menyimpan deposit minimal Rp.500.000,- itu pun untuk memotong transaksi yang akan kita pakai.

Bayar berbagai tagihan
Jadi sasasan dari konsumen Kudo ini adalah orang-orang yang tidak terlalu familiar dengan dunia belanja online, orang yang malam register, orang yang gaptek dll. Jadi kita serahkan saja gadget yang memajang barang-barang dan biarkan mereka memilih barang yang mereka inginkan. Jika sudah deal dengan harga, mereka boleh langsung membayar saat itu juga atau saat barang datang. Untuk pembelian pulsa atau pembayaran listrik tentu saja harus dibayar langsung, karena akan memotong jatah deposit yang kita miliki.

Program diskon







Mantap mas indra... Kudo memang keren mas hehe... Jadi pengen langsung berbisnis nih mas
ReplyDelete