Kesuksesan WeChat menjadi platform belanja di Tiongkok tampaknya menginspirasi Facebook yang untuk mengikuti langkah serupa. Dengan mengandalkan basis pengguna aktif Messenger yang sudah mencapai 700 juta, Facebook ingin memanfaatkan platform tersebut sebagai wadah komunikasi serta jual beli antara pengguna dengan pihak toko ritel atau penjual.
Hal tersebut disampaikan oleh David Marcus, eksekutif Facebook yang bertanggung jawab untuk divisi Messenger. Marcus sendiri sebelumnya menjabat sebagai presiden dari PayPal yang tak lain adalah anak perusahaan eBay, dan latar belakang itulah yang diharapkan Facebook bisa dipakai untuk mengembangkan platform Messenger sebagai platform e-commerce pilihan utama di kalangan pengguna.
Facebook baru-baru ini menyertakan kemampuan baru dimana pengguna bisa berbincang-bincang langsung dengan perwakilan toko ritel terkemuka lewat aplikasi Messenger. Yang menarik, Marcus mengatakan bahwa Facebook tak akan menarik biaya satu sen pun dari transaksi yang terjadi antara pengguna dengan toko ritel, dan layanan tersebut bisa dipakai sepenuhnya secara gratis. Marcus menekankan bahwa Facebook berupaya untuk menarik sebanyak mungkin pelaku usaha untuk menggunakan layanan mereka dengan membebaskan biaya layanan, dan pendapatan mereka bakal tercukupi lewat pemasukan iklan.
Berikut adalah pernyataan Marcus ketika menanggapi pertanyaan tentang bagaimana mungkin Facebook bisa menjalankan layanan sepenuhnya secara gratis tanpa potongan (seperti halnya eBay):
"eBay senantiasa menarik potongan biaya untuk tiap transaksi yang terjadi dan juga pendaftaran barang yang dijual, sementara Alibaba melakukan segala kemampuan tersebut secara gratis dan mencetak pendapatan sepenuhnya dari periklanan. Kini Alibaba jauh lebih besar daripada eBay maupun Amazon (bahkan setelah digabungkan), dan tetap tumbuh dengan jauh lebih cepat. Kami akan memakai pendapatan yang sama. Kami menginginkan adanya jumlah transaksi sebanyak mungkin di platform Messenger, sambil menghadirkan pengalaman belanja terbaik lewat perangkat mobile.
"Margin pendapatan dari potongan biaya untuk tiap transaksi tidak setinggi yang Anda duga, dan kami ingin layanan kami bisa mencakup sebanyak mungkin pengguna. Ketika kondisi tersebut tercapai, maka segala macam usaha pasti rela membayar untuk bisa ditampilkan atau dipromosikan di platform Messenger, dan hal itulah yang akan menjadi peluang besar bagi kami."





0 komentar:
Post a Comment