Home » » Jangan Hanya Bisa Bawa Mobil, Nih Safety Driving Yang Benar dari Mobil123

Jangan Hanya Bisa Bawa Mobil, Nih Safety Driving Yang Benar dari Mobil123



Tips belajar menyupir mengendari dan mengemudikan mobil sendiri
Ketrampilan menyetir atau mengemudikan mobil sebenarnya wajib dimiliki oleh siapa saja, bahkan wanita sekalipun. Tentu akan menguntungkan jika ketrampilan menyetir atau mengemudikan mobil dapat menunjang pekerjaan dan karir Anda. Selain menjadi kebanggaan, tentu Anda akan lebih mudah dalam bepergian karena tidak perlu bergantung lagi dengan sopir. Anda juga dapat menghemat ongkos sewa sopir.

Tahukah bahwa sekitar 1,3 juta orang meninggal di dunia setiap tahun akibat kecelakaan lalulintas? Sementara antara 20 – 50 juta orang menderita luka-luka hingga cacat akibat mengalami kecelakaan jalan raya.
Selain data-data di atas, WHO (World Health Organization) pun mengungkapkan bahwak 90% kecelakaan yang menyebabkan kematian diderita oleh orang-orang berpenghasilan rendah dan menengah.
Ironisnya, kembali data WHO menyatakan bahwa 48% korban meninggal akibat kecelakaan adalah orang-orang berusia muda 15 – 44 tahun.
Fakta lainnya menggambarkan bahwa laki-laki lebih banyak terlibat kecelakaan jalan raya dibandingkan perempuan.
Setengah dari mereka yang meninggal akibat kecelakaan tidak lain adalah para pengguna jalan rentan: pejalan, pesepeda, dan pesepedamotor.
Lalu bagaimana dengan kondisi Indonesia?
Jumlah Kecelakaan, Koban Mati, Luka Berat, Luka Ringan, dan Kerugian Materi yang Diderita Tahun 2010 – 2014
Tahun
Jumlah Kecelakaan
Jumlah Korban Mati
Jumlah Korban Luka Berat
Jumlah Korban Luka Ringan
Kerugian Materi
(Juta Rupiah)
2010
66.488
19.873
26.196
63.809
158.259
2011
108.696
31.195
35.285
108.945
217.435
2012
117.949
29 544
39.704
128.312
298.627
2013
100.106
26.416
28.438
110.448
255.864
2014
95.906
28.297
26.840
109.741
250.021

Berdasarkan data-data dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di atas, sejak tahun 2011 – 2014 jumlah kasus kecelakaan di Indonesia melebihi 100.000 kasus per tahun dengan puncaknya pada tahun 2012 dengan 117 ribuan kecelakaan.
Jumlah kematian terbanyak terjadi pada 2011 dengan 31.195 orang, artinya setiap hari terdapat 85,5 orang tewas per hari atau setiap jam sekitar 3,6 orang mati.
Tahun 2012 dengan jumlah kecelakaan tertinggi menyebabkan kerugian materi tertinggi (Rp 298.627 juta), pula.
Setelah melihat tingginya angka-angka di atas, Mobil123.com dan Otospirit.com berupaya memberikan beberapa tips kepada para pengemudi mobil di Indonesia agar jalan raya menjadi lebih selamat, aman dan tertib, di mana akhirnya mampu mengurangi angka kecelakaan dan fatalitas, via talk show bertema “Safety Driving”.
“Kami sebagai salah satu stakeholder memiliki kepentingan dalam menciptakan jalan raya yang lebih selamat, aman dan tertib. Seperti kita ketahui bahwa setiap kecelakaan akan menyebabkan kerugian materi yang besar. Jika kecelakaan melibatkan kepala keluarga sehingga dia mengalami cacat tetap atau meninggal bisa menyebabkan pemiskinan di keluarganya,” ujar Syubhan Akib, redaktur Mobil123.com.
 “Kami sadar bahwa banyak faktor menjadi penyebab kecelakaan dan banyak pihak atau hal harus dibenahi, namun kali ini kami menyoroti pengemudi kendaraan bermotor dengan memberikan beberapa tips penting dalam mengemudi seperti patuhilah rambu-rambu lalulintas, jangan mabuk atau di bawah pengaruh Narkoba, selalu memakai seatbelt, tidak mengoperasikan handphone,” imbuhnya.




Mendengar kecelakaan bermotor di jalan raya yang terjadi setiap hari  dan menimpa hampir segala usia dan menyebakan puluhan ribu manusia tewas setiap tahunya, kita selalu berpikir bahwa penyebabnya adalah ketidak tertiban berlalu-lintas dari para pengguna lalulintas, ini benar adanya. Pertanyaannya bagaimana kita sebagai pengemudi menyikapinya hingga kita  bisa kembali ke rumah dengan selamat dan menjumpai anak-anak dan keluarga tercinta?
Ingat,
Mengemudi merupakan sebuah aktivitas multi-tasking, Jalan – raya sebuah fasilitas bersama dan nyaris tidak terbatas, siapa saja ada di sana: anak-anak, orang buta, orang gila, orang yang sedang stress bahkan orang mabuk dapat saja ada di sana. Saat yang sama mereka bisa saja disekeliling anda yang sedang mengemudi dengan tertib, mereka bisa dimuka, samping atau di belakang Anda. Fokus dan Mengerti adalah 2 (dua) kata kunci utama keselamatan Anda di jalan raya:

Fokus:
·         Pastikan kondisi kendaraan telah diperiksa dan yakin semuanya dalam kondisi layak jalan, kondisi kendaraan yang siap membuat perjalanan nyaman, lancar dan pengemudi tidak stress.
·         Tinggalkan segala masalah (mental & fisik) saat merencanakan mengoperasikan kendaraan bermotor, sesuatu terkait fisik (sakit, keseleo, dll) akan membuat keterbatasan gerak dalam mengoperasikan kendaraan. Masalah Keluarga/Pekerjaan/Finansial yang berat akan mengurangi konsentrasi mengemudi, saat ini kualitas safety Anda akan segera menurun!!
·         Upayakan dengan maksimal untuk fokus dengan tugas mengemudi, hindarkan hal-hal yang mendistraksi konsentrasi 
      Mengerti
·         Melihat tidak selalu linear dengan MENGERTI. Indikasi mengerti salah satunya, tidak mengerem mendadak, tidak melakukan manuver mendadak, tidak kaget atas kejadian yang ada dimukanya, pergerakan kendaraan walaupun tidak terlalu pelan selalu halus, bagi penumpangnya mereka merasa nyaman dikemudikan si pengemudi.
·         Pada bagian mengemudi defensive, mengerti adalah tindakan antisipatif. Ketika indera mata melihat sesuatu, maka pahami objek tersebut. Semisal mata melihat anak kecil di bahu yang ada di bahu jalan 50 meter di muka, pahami ia hanya seorang anak kecil yang dapat bergerak atau memutuskan sesuatu dengan seketika tanpa berpikir panjang, bahkan menyeberang seketika melintasi badan jalan dimuka Anda tanpa menghiraukan sesuatu yang buruk dapat terjadi.

·         Pengemudi yang selalu mengutamakan keselamatan, selain tertib berlalulintas ia memiliki PATTERN mengemudi antisipatif, selalu mengecheck kaca-kaca spionnya kemudian mengerti apa yang tertangkap dengan matanya, mematikan situasi belakang atau samping aman sebelum ia melakukan keputusan sebuah manuver. Saat bahaya dimuka muncul, sebelum mengambil keputusan  mengerem atau menghindar, tindakan pengemudi yang memahami ia berada dimana adalah memastikan sisi belakang atau sampingnya aman atau tidak, barulah keputusan terbaik dilakukannya, ini adalah indikator MENGERTI!

2 komentar: